MY BEST DIARY
topbella

Monday, March 31, 2014

Simple, Sederhana itulah PATH



  Seperti yang telah kita ketahui, pada zaman sekarang berinteraksi dengan orang lain tidaklah lagi menjadi persoalan yang sulit, semuanya menjadi mudah dengan peralatan yang canggih. Terutama berinteraksi lewat dunia maya. Bukan hal baru lagi apabila seseorang berinteraksi lewat social media. Sosial media sendiri merupakan jejaring social yang tersedia di dunia maya yang berbasis internet. Semakin hari semakin banyak social media yang bermunculan mulai dari friendster, facebook, dan masih banyak yang lainnya.
Beberapa tahun terakhir terdengar sebuah jejaring social pertemanan yang sangat tenar dikalangan remaja bernama PATH. Path tak lain dan tak bukan adalah sebuah prasarana yang dapat menjembatani antara pengguna yang satu dengan pengguna yang lainnya.
            Path diciptakan oleh 3 orang yaitu David Morin, Shawn Fanning dan Dustin Mierau pada bulan November 2010. Path diusung untuk berinteraksi dengan kerabat dekat saja. Awalnya pada jejaring social ini hanya dapat berteman sekitar 50 pengguna. Namun semakin banyaknya pengguna maka pihak path membuat beberapa versi terbaru yaitu path versi 2.0
            Dana yang dibutuhkan untuk perusahaan path dalam mengembangkan aplikasinya lumayan cukup besar, namun tidak terlalu mengalami kesulitan karena banyak sekali investor yang menyumbangkan dananya untuk pengembangan path karena fitur yang terdapat pada path mempunyai daya tarik tersendiri.
Kini pertemanan pengguna Path dibatasi sekitar 150 teman yang dapat saling berinteraksi satu sama lain. Didalam path tidak ada unfollow ataupun unfriend, pada path itu sendiri dapat melihat profil orang lain apabila sudah melakukan pertemanan. Tampilan path sangat simple dan elegan, pada bagian profil terdapat foto profil dan sampul profil.  
Fasilitas pada path begitu banyak. Berbagi foto pada path terdapat fasilitas edit sebelum share jadi bisa foto asli atau dikasih effect terlebih dahulu. Bukan hanya foto, video pun dapat dibagikan dengan ketentuan durasi. Foto dan video yang dibagikan filenya harus terdapat pada ponsel atau bisa juga di foto dan direkam saat itu juga.
 Berbagi film, lagu, bahkan buku bacaan yang sedang dibaca kepada para kerabat. Ada fasilitas tidur dimana kita dapat menghitung berapa lama kita tertidur. Lokasi yang dapat dibagi ke sesama pengguna, lokasi ini terhubung dengan gps. Seperti halnya facebook path juga dapat berkomentar ataupun mengirim pesan secara pribadi.
Sayangnya Path hanya dapat digunakan pada device mobile yang berbasis Android dan iOS saja. Meskipun kabar yang terdengar baru-baru ini, path akan muncul pada device berbasis Blackberry dan Windows. Untuk di computer tampilan path hanya seperti tampilan wallpaper tidak bisa melakukan kegiatan yang disediakan pada path.
Tak disangka pengguna Path Indonesia setiap harinya menyumbang sekitar setengah dari keseluruhan aktivitas di Path. Dengan kata lain, 50 persen pengguna aktif harian Path berasal dari Indonesia. Jika dipersentasekan, setiap bulannya Indonesia menyumbang 30 persen trafik Path secara global. Disusul Negeri Paman Sam yang sama-sama memberi 30 persen dan merupakan basis pengguna Path terbesar kedua di dunia setelah Indonesia.   
Path mempunyai beberapa keunggulan yang membuat para penggunanya merasa nyaman dalam berbagi informasi. Kekurangan dari path yaitu keterbatasan pengguna berteman dengan pengguna lainnya dengan maksimal 150 teman.
Dampak positif dari keterbatasan pertemanan di path adalah faktanya otak manusia hanya dapat mengatur kegiatan bersosialisasi secara utuh 150 orang. Dampak negatifnya pengguna menjadi seperti kecanduan untuk membagikan apa yang ia punya.
Untuk segi keamanan Path sudah termasuk aman dalam berbagi informasi ke sesama pengguna karena tidak dapat mengakses atau terhubung dengan pengguna lainnya sebelum melakukan sebuah pertemanan tetapi tidak menutup kemungkinan jika ada terjadi penipuan. Pencipta path pun berpendapat bahwa para pengguna terbebas dari komentar orang orang yang tidak dikenal. Maka dari itu setiap jejaring social bagaimana kegunaannya dikembalikan kepada pengguna masing-masing.

Sumber:


Nama   : Yoshepin Febri Yanti
Kelas   : 2IA01
NPM    :57412871

Monday, December 30, 2013

Hacker Dimana-mana



Pengguna dunia maya pasti tidak asing lagi dengan kata “hacker”. Bisa dikatakan, hacker adalah penjahatnya dunia maya. Motifnya pun bermacam-macam, kadang-kadang sekedar iseng seperti mencari hiburan semata, kadang pula dilakukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
Sebenarnya zaman dulu, hacker mempunyai arti positif yaitu sekelompok mahasiswa yang mempunyai keahlian dalam ilmu komputer. Tetapi, dari hari ke hari, istilah hacker berubah menjadi negatif. Selain hacker ada juga yang namanya ‘cracker’. Kadang kita salah mengartikan antara hacker dan cracker. Sampai-sampai banyak orang berpikiran bahwa hacker-lah yang merugikan pihak-pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web (defacing), menyisipkan kode-kode virus, dan lain-lain, padahal kenyataannya bukan mereka. Cracker-lah biang keladinya, yang menggunakan celah-celah keamanan yang belum diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak (bug) untuk menyusup dan merusak suatu sistem. Atas dasar inilah, para peretas dibagi menjadi dua golongan: White Hat Hackers, yakni hacker yang sebenarnya dan cracker yang sering disebut dengan istilah Black Hat Hackers.  
Ada beberapa hacker yang sudah sangat terkenal bahkan menggemparkan dunia. Berikut adalah nama-nama nya :
Kevin Mitnick
Mitnick bisa jadi merupakan hakcer paling terkenal pada masanya, karena Mitnick telah ‘dinobatkan‘ oleh Departemen Kehakiman US menjadi criminal computer yang paling diinginkan di sepanjang sejarah United States. Mitnick pernah masuk ke sejumlah system komputer milik perusahaan teknologi dan telekomunikasi top dunia, termasuk Nokia, Fujitsu, dan Motorola. Sayangnya, FBI mulai memublikasikan dirinya secara besar-besaran, sehingga pada tahun 1995 ia ditahan. Lalu, setelah menerima berbagai tuduhan, akhirnya selama lima tahun dia menghabiskan waktunya di penjara. Tahun 2000, Mitnick dinyatakan bebas. Kini ia membuka konsultan keamanan komputer. Ia tidak menamakan aksinya sebagai ‘hacking‘ tetapi justru memberikan nama ’social engineering’.

Kevin Poulson
Pertama kali masuk ke dunia hacking melalui line telepon di stasiun radio KIIS-FM di kota Los Angeles. Dan yang membuatnya terkenal yaitu saat melakukan penipuan digital dengan mengaku menjadi penelepon yang menjebol line telepon ke-102 hanya untuk mendapatkan uang untuk membeli Porsche. Kevin Poulson atau nama aliasnya Dark Dante berhasil mengaktifkan kembali Yellow Page, kemudian menggunakan nomor telepon di dalamnya untuk menjalankan agen pengawal secara virtual. Pihak kepolisian kemudian menangkap Poulson dan memenjarakannya selama 3 tahun setelah ia meng-hack database investigasi federal dan juga semua 1,800 line telepon yang dibuatnya mengalami crash. Kini ia menjadi seorang jurnalis setelah keluar dari penjara.

Adrian Lamo
Biasa dijuluki dengan ‘hacker tak punya rumah’ karena cenderung menggunakan coffee shop, perpustakaan, dan café Internet sebagai tempat untuk menjalankan aksinya. Lamo lebih sering membobol jaringan komputer kemudian memberitahukan kelemahannya kepada perusahaan yang memiliki jaringan tersebut. Sebuah ‘aksi’ Lamo yang membuatnya terkenal ialah setelah ia berhasil menjebol internet kantor New York Times, lalu memunculkan namanya di database perusahaan surat kabar harian tersebut. Selain itu dia juga mencoba mendapatkan akses rahasia menuju profil pejabat perusahaan dengan menggunakan account LexisNexis. Tapi kini Lamo bekerja sebagai jurnalis.

Stephen Wozniak
Terkenal sebagai co-founder Apple, memulai aksi ‘hacker yang sesungguhnya’ atau ‘white-hit’ dengan menjebol system telepon. Ia pernah membuat device untuk temannya bernama ‘blue box’ ketika bersekolah di Universitas California serta memperbolehkan teman-temannya untuk menelepon tanpa batas waktu dan gratis. Namun, pada akhirnya Wozniak keluar dari universitas tersebut dan mulai bekerja dengan temannya, Steve Jobs, membuat Apple Computer.

Loyd Blankenship
Member dari group elite hacker di tahun 1980 ini lebih dikenal dengan nama ‘Mentor’. Aksi terbesarnya adalah menulis buku Hacker Manifesto (The Conscience of a Hacker) di penjara pada tahun 1986. Dalam buku Hacker Manifesto (The Conscience of a Hacker) disebutkan bahwa hacker hanyalah tindakan yang dibuat oleh seorang ‘hacker’, hanyalah sekedar keingintahuan dan tidak hanya dijadikan moral hacker sekarang ini, namun juga menjadi paradigma absolute dari filosofi hacker. Buku tersebut bahkan sempat diulas dalam majalah Phrack hingga diangkat menjadi sebuah film pada tahun 1995 dengan judul Hacker yang dibintangi oleh Angelina Jolie.

Linus Torvalds
Hacker sekaligus orang yang mengembangkan sistem operasi Linux, gabungan dari “LINUS MINIX”. Kini sistem operasi Linux telah menjadi sistem operasi ‘default’ hacker. Lalu, bersama dengan Richard Stallman membangun Linux versi awal, bekerja sama dengan programmer, developer, dan hacker seluruh dunia untuk mengembangkan kernel Linux.

John Draper
Ia pernah menjebol sistem telepon. Awalnya hanya menggunakan bantuan peluit plastik, hadiah dari kotak sereal ‘Cap n Crunch’, saat itu ia menemukan frekuensi 2600 Hz dan digunakan sebagai alat untuk melakukan pemanggilan telepon gratis.

Mark Abene
Adalah salah satu member “Master of Deception” dan Hacker Groups Legion of Doom atau yang dikenal sebagai Phiber Optik yang berbasis di group elite di New York, yang menargetkan system telepon US, termasuk system compuetr AT&T di akhir pertengahan tahun 80-an. Pada tahun 1992, ketika banyak membernya masuk penjara, group tersebut akhirnya bubar. Lalu dua tahun setelah pembubaran grup, Abene dihukum penjara satu tahun atas konspirasi dan akses tidak sah ke komputer dan system telepon.

Richard Stallman
Merupakan salah satu ‘hacker sekolah senior‘ yang bekerja di lab Artificial Intelligence MIT. Stallman juga seorang penemu project GNU. Ia bekerja sebagai ‘staff hacker‘ di project Emac itu dan memprotes adanya pembatasan atas akses komputer di laboratorium tersebut. Setelah password diisntal ulang dan membobol system password, ia mengirimkan pesan kepada setiap staff untuk tidak memakai password.

Ian Murphy
Ian Murphy berhasil melakukan hacking ke dalam komputer AT&T dan menggubah seting jam internal-nya. Hal ini mengakibatkan banyak pengguna telepon mendapatkan diskon ‘tengah malam‘ pada sore hari, dan yang telah menunggu hingga tengah malam harus membayar dengan tagihan yang tinggi.

Vladimir Levin
Hacker lulusan St. Petersburg Technology University ini pernah mendapatkan uang 10 juta dollar setelah berhasil menipu komputer CitiBank. Tapi akhirnya, pada tahun 1995, Levin ditangkap Interpol di Heathrow Airport.
Tsutomu Shimomura
Ingat Mitnick? Shimomura adalah ahli keamanan komputer sekaligus orang yang berhasil mencium jejak Kevin Mitnick saat Mitnick membobol komputernya. Kejadian tersebut terjadi pada 15 Februari 1995.

Eric Steven Raymond
Seorang hacktivist dan pelopor opensource movement. Ia menulis banyak panduan hacking, beberapa di antaranya, yaitu “How To Become A Hacker” dan “The new hacker’s Dictionary”. Itu sebabnya Raymond dijuluki sebagai Bapak hacker.

Onel A. de Guzman
Seorang mahasiswa asal Filipina menciptakan virus ‘Love Bug’ untuk membobol system layanan email seluruh dunia. Itu sebabnya Guzman menjadi Greatest Hacker.

Mudge
Mudge bersama pengikutnya berhasil mematikan trafik Internet di perusahaannya selama satu setengah jam.

Chen Ing-Hau
‘Chernobyl’ merupakan virus komputer mematikan buatannya. Banyak system di dunia hancur gara-gara virus tersebut.

Dennis Moran
Didakwa bersalah atas hacking situs nasional seperti kesatuan militer, Air Force, dan anti drug Dare.com, hacker yang dikenal dengan nama ‘Coolio’ ini akhirnya dihukum.

David L. Smith
Smith merupakan pengarang dari virus worm Melissa yang sukses menjadi virus email pertama yang didistribusikan di group diskusi Usenet alt.sex. Bentuk virus aslinya dikirimkan juga via email. Smith akhirnya ditahan dan dihukum penjara atas tuduhan kerugian sebesar $80 juta.

Sven Jaschan
Pada tahun 2004, ketika Jaschan masih remaja, ia didakwa bersalah atas pembuatan worm Netsky and Sasser. Virus tersebut yang bertanggung jawab atas 70 persen penyebaran malware melalui Internet pada waktu itu. Jaschan dihukum tiga tahun penjara dan setelah bebas ia justru direkrut oleh sebuah perusahaan keamanan.

Michael Calce
Calce pernah dihukum penjara 8 dan dikenai denda yang tidak besar akibat berhasil membobol website komersial terbesar di dunia. Saat itu, hacker yang memiliki nama MafiaBoy baru berumur 15 tahun. Tapi pada tahun 2000 dia berhasil meluncurkan serangan DDoS ke 75 komputer di 52 jaringan, juga situs eBay, Amazon dan Yahoo. Akhirnya ia ditahan setelah membeberkan aksinya di chatroon online.
 
Robert Tappan Morris
Cornell University menemukan sebuah virus komputer pada November 1988. Virus tersebut menginfeksi sekitar 6,000 mesin Unix dan menimbulkan kerugian jutaan dollar. Pembuat virus tersebut ialah Robert Tappan Morris. Tetapi Morris mengatakan bahwa virus 'worm'-nya tidak ditujukan untuk merusak apapun, meski begitu ia tetap harus menjalani hukuman tiga tahun penjara. Sementara disc yang mengandung source code worm milik Morris, kini disimpan di Boston Museum of Science.

Indonesia pernah menjadi korban keisengan para hacker. Website milik kepala negara pernah diterobos. Namun, tidak terlalu mengganggu, malah membawa dampak positif, yang artinya sistem keamanan Indonesia harus lebih diperketat lagi. Termasuk mengenai kabar akhir-akhir ini, yang mengatakan bahwa Indonesia disadap oleh Australia.
Dunia hacking tak selamanya menjadi momok yang menakutkan, bahkan banyak dan sering diadakan sebuah kompetisi hacking di berbagai penjuru. Indonesia pun sering ikut andil dalam kompetisi tersebut, bahkan pernah menorehkan prestasi yang tidak kalah hebatnya.
Indonesia pernah mendapatkan Juara ke-3 Kompetisi hacking Capture The Flag (CTF) di Kuala Lumpur, Malaysia. CTF merupakan bagian dari konferensi tahunan Hate In The Box (HITC). HITC itu sendiri adalah konferensi tahunan di bidang security yang menjadi ajang berkumpulnya security researcher dan hacker dari berbagai negara untuk mempresentasikan berbagai hasil temuan dan riset terkait cyber security.
Sumber:
http://inet.detik.com/read/2013/10/18/180653/2389663/323/indonesia-juara-ke-3-kompetisi-hacking-dunia

iOS vs Android



Belakangan terakhir terjadi persaingan sangat pesat dalam perkembangan teknologi khususnya dalam hal sistem operasi. Masing-masing perusahaan pun berlomba-lomba untuk menciptakan keunggulan dari setiap produk yang mereka buat. Persaingan yang paling ketat adalah antara android dan iOS. Meskipun  android merupakan pendatang baru namun dapat menyaingi iOS yang notabene lebih dahulu terkenal .
iOS adalah Operating System (sistem operasi) perangkat bergerak yang digunakan oleh iPhone, iPad, dan iPod Touch yang dikembangkan dan didistribusikan dari Apple, Inc. Sedangkan Android adalah sistem operasi yang berbasis Linux untuk telepon seluler seperti telepon pintar dan komputer. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi.
Android dan iOS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Sistem Operasi berbasis mobile yang besar. Ada persaingan cukup ketat antara Google dan Apple, ini terjadi sejak awal kehadiran Android, dan mungkin akan terus terjadi persaingan ketat antar keduanya.
Dari hasil perbandingan di berbagai aspek, ditemukan bahwa iOS memiliki empat hal yang tidak dimiliki Android. Berikut rinciannya:
1. Lebih Aman
Android dikategorikan sebagai sistem operasi cukup rentang terserang virus. Meski Google telah melakukan perlindungan, perangkat masih terkena serangan malware. Google Play menjadi salah satu celah rusaknya perangkat oleh malware. Meski sudah melakukan perlindungan pada aplikasi itu, ancaman virus lain bisa datang dari mana saja, termasuk dari jaringan WiFi. Tercatat ada 32.8 juta perangkat Android yang terinfeksi virus malware tahun lalu.

Sementara, sistem keamanan iOS lebih terstruktur. Semua aplikasi yang dibuat untuk iPhone atau iPad harus melewati proses pengujian yang ketat. Memang, sempat ada laporan tentang terinfeksinya aplikasi oleh virus. Namun, Apple sudah memperbaikinya dan menjamin bahwa App Store kini sudah bersih dari virus.
2. Lebih Mudah
Menurut orang yang sudah mencicipi iOS, mereka merasa sistem operasi milik Apple ini lebih mudah digunakan. Bahkan, untuk pemula sekali pun, mempelajari kinerja iOS cukup dengan mengklik ikon menu dan melihat fungsinya.
3. Desain Menarik
Tampilan iOS didesain khusus oleh perancang asal Inggris, Jony Ive. Tampilannya yang catchy dan penuh warna dipadukan dengan disain minimalis pada ikon dan menu pada perangkat iPhone atau iPad. 
Selain tampilan, desain pada iPhone 5S misalnya, terasa ringan, sederhana dan modern di genggaman. Perpaduan antara metal dan kaca membuat ponsel ini lebih solid. iPhone 5S bahkan mengalahkan Samsung Galaxy S4 sebagai ponsel tercepat dengan sistem operasi 64-bit A7 chipset terbaru.
4. Update Tidak Terbatas
Android akan melakukan pembaruan sistem operasinya dengan meluncurkan Kit Kat 4.4 dalam waktu dekat. Terdapat lebih 100 ribu perangkat Android, mulai dari ponsel dan tablet. Tapi sayangnya, tak semua perangkat Android bisa merasakannya. Hanya sekitar 1.5 persen perangkat yang bisa menjalankan sistem operasi baru ini.
Setelah membahas keunggulan antara ios dengan android, maka sekarang akan membahas tentang kepemilikan pasar.
Kepemilikan Pangsa Pasar
Sejauh tulisan ini dibuat, pangsa pasar Android di bidang Smartphone sebesar 52%, iOS sebesar 40%, sisanya mungkin terdiri dari Windows Phone dan perangkat lain yang kurang terkenal. Sedangkan untuk pangsa pasar di bidang tablet, Apple unggul dengan menguasai pangsa pasar sebesar 71%, sisa 20% untuk Android dan platform lainnya.
Dalam hal kepemilikan, pria lebih mungkin untuk memiliki sebuah perangkat Android daripada iOS, sedangkan perempuan secara umum relatif antara keduanya.
Perangkat Android lebih populer dimiliki oleh anak muda dan remaja, yang mungkin terkait berpendapatan tahunan $ 89K atau kurang, sedangkan perangkat iOS yang lebih umum dimiliki oleh golongan yang berpendapatan tahunan $ 105K atau lebih.
Belanja Aplikasi Online
Dalam hal belanja aplikasi, pengguna iOS lebih banyak berbelanja aplikasi (67,5%) dibandingkan pengguna Android (43,9%). Mungkin ini terkait banyaknya aplikasi yang tersedia di platform iOS dan kebanyakan berbayar.
Rata-rata waktu berselancar yang dihabiskan oleh pengguna iOS untuk berbelanja aplikasi terhitung sebanyak 105 menit per bulan, sementara pengguna Android rata-rata menghabiskan waktu 88 menit per bulan.
Pemasaran Ponsel dan Keterlibatan Iklan
Ketika ada sebuah merek iklan online dari kedua platform iOS dan Android, pengguna iOS jauh lebih mungkin untuk meng-klik iklan tersebut dan ikut terlibat di dalamnya.
Pengguna iOS juga jauh lebih mungkin untuk mengkonversi beberapa merek iklan karena mereka telah terbiasa berinteraksi dengan pemasaran suatu merek, mereka (pengguna iOS) juga jauh lebih mungkin untuk melakukan pembelian merek iklan yang dipasarkan melalui perangkat mobile mereka.
Kesimpulan
Baik Android maupun iOS keduanya masih akan tetap melakukan persaingan ketat. Secara umum Android akan terus berkembang mengingat usianya yang relatif baru namun jangkuan pemasarannya sudah sangat luas. Akan tetapi para penggila belanja aplikasi berbayar akan tetap menjadi sasaran marketing iOS.
Sumber:
My Photo
shepin
tak pernah tau bagaimana rasanya hidup jika tanpa mensyukuri nya...
View my complete profile